Selama dunia musik Indonesia mengalami krisis di jalur musik Metal,
hanya ada satu grup Metal yang tetap berkibar. Bahkan mampu menduduki
puncak tangga lagu di radio-radio dan media lainnya. Band tersebut
adalah Jamrud yang dimotori oleh Azis MS sang gitaris. Mungkin rahasia
kesuksesan Azis dalam menjual musiknya adalah dengan meramu musik trash
metal dengan lirik-lirik lagu yang sedikit kocak dan vulgar.
Sejak
masih remaja memang sudah terinfeksi oleh musik-musik keras. Ia pun
sempat terjerumus oleh gaya hidup musisi rock & roll (drugs).
Sempat mendirikan band yang bernama Jam Rock bersama Ricky Tedy (bass)
dan Budi Haryono (drumer Gigi), namun tak lama kemudian ia tinggalkan.
Saking keasyikan main band sampai-sampai kuliahnya diterlantarkan. Azis
sempat berkelana ke Bali dan bermain musik reggae. Namun setelah satu
tahun, ia kembali pulang ke Cimahi dan menghidupkan kembali Jam Rock
dengan menarik Krisyanto pada vocal.
Demo album yang ia gagas
ditolak berbagai produser sampai akhirnya dilirk oleh kaisar rock
Indonesia, Log Zehelebour. Album pertama Nekad dirilis pada tahun 1996. Dilanjutkan dengan album Putri (1997), Terima Kasih
(1998). Mulai saat itu, album-album Jamrud mampu bersaing di kancah
musik nasional. Puncak kejayaan Jamrud adalah pada tahun 2000 akhir
ketika Jamrud mencapai kesuksesan terbesar sepanjang sejarah karirnya
dengan berhasil menembus angka penjualan 2 juta keping untuk album Ningrat. Hal tersebut membuat produser Log Zhelebour memberangkatkan Azis cs ke Australia untuk proses penggarapan album berikutnya, Sydney 09.01.02.
Selama
berkiprah didunia musik ia cenderung tak pernah berganti-ganti alat
musik. Hanya satu kali saat ia mencoba menggunakan Ibanez JEM flower
yang salah satu pick upnya adalah Dimarzio Tone Zone. Sejak saat itu ia
selalu menggunakan gitar tersebut, namun karena bobotnya cukup berat
ia kembali menggunakan Steinberger selain karena ringan juga postur yang
menarik. Ia lebih memilih menggunakan efek digital jenis Korg AX-1000
karena memang biasanya efek digital lebih mudah disetting dan
memiliki sound yang gahar. Bila menyimak permainan Azis memang lebih
mengutamakan sound gahar dan power chord. Namun ia juga sering
mencampur-campurkan ritem gitar gaya reggae, pop, dan gaya "kondangan"
seperti yang terdengar dalam lagu Surti-Tedjo
Selain
sebagai personel dan motor grup Jamrud, Azis juga ikut serta menangani
pembuatan album terbaru Nicky Astria. Di album itu terlihat sekali
warna Azis MS, berbeda ketika pada era Nicky Astria ditangani oleh Ian
Antono, warna God Bless cukup terasa pada album-albumnya. Ini
membuktikan bahwa Azis memiliki sebuah karakter yang membangun bandnya.
Prestasi Azis lainnya adalah saat mendapat kehormatan mendampingi
konser band rock legendaris dunia White Lion pada tahun 2003 dan grup
heavy metal legendaris dunia Helloween pada tahun 2004.
Kabar terakhir, Azis sedang bersiap melakukan promo tur album terbaru Jamrud Gak cabul lagi BO 18+ dengan mengandalkan hits Senandung Raja Singa.
Di lagu itu Azis menggabungkan musik Sumatera Barat dengan musik Jamrud
yang jenaka. Azis juga pernah membuat lagu untuk penyanyi cilik
Joshua. Satu hal lagi, kecintaan terhadap jalur musik rock juga
membuat Azis menamai dua orang anaknya dengan mengambil dua rock star
dunia, Axl (diambil dari nama Axl Rose) dan Vai (diambil dari nama
Steve Vai).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar