Resonansi [menggemakan suara]

Lanjut lagi dari pembahasan kita sebelumnya tentang Pembentukan Suara. Kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang Resonansi. Disekolah
pernah belajar kan dulu?. Resonansi adalah seuatu upaya untuk membuat
suara bergema / bergaung indah, bukan hanya sekedar kuat atau keras
seperti berteriak. Atau dengan kata lain, bagaimana memperluas wilayah
bunyi yang ditimbulkan getaran.
Gema itu harus terdengar indah dan teratur, sehingga apa yang kita ucapkan dapat dimengerti oleh pendengar.
Kita contohkan aja dengan:
a. Garpu tala
yang yang dipukulkan dan yang dipegang saja, akan lebih luas wilayah
bunyinya jika setelah dipukulkan ditempelkan di atas meja yang menjadi
ruang gema dari getaran garpu tala tersebut.
b. Tali gitar
yang dipetik dengan bantuan tongkat kayu akan lebih besar / luas wilayah
bunyinya jika dipetik diatas badan gitar sendir, karena kotak /
badannya itulah yang menjadi ruang gemanya.
c. Bertepuk
tangan dengan membungkukkan kedua telapak tangan, akan lebih luas
wilayah bunyinya dibanding jika kedua telapak tangan itu rata atau
sejajar. Karena lengkungan telapak tangan telah menjadi ruang gema.
Nah.. Didalam menggemakan suara, seluruh alat-alat artikulasi seperti tersebut diatas menjadi alat-alat resonansi,
namun terpusat pada tenggorokan dan mulut / rongga mulut, yang selalu
harus diperluas dan senantiasa terbuka luas sepanjang penyanyian.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperluas ruang resonansi anntara lain:
a. Bersenandung mmmmm, dengan memperhatikan:
- bibir sisi luar dikatupkan ringan, tidak menjepit.
- gigi atas dan bawah tidak di rapatkan.
- lidah diletakkan rata dan ujung lidah menyentuh gigi bawah.
- rahang bawah di jatuh santai dan ringan.
- rongga mulut dan tenggorokan harus dibuka seluas mungkin seperti gaya sedang menguap.
- bibir sisi luar dikatupkan ringan, tidak menjepit.
- gigi atas dan bawah tidak di rapatkan.
- lidah diletakkan rata dan ujung lidah menyentuh gigi bawah.
- rahang bawah di jatuh santai dan ringan.
- rongga mulut dan tenggorokan harus dibuka seluas mungkin seperti gaya sedang menguap.
b. dengan berfantasi, atau membayangkan “bagaimana membuat sesuatu gerak
imitasi” jika kita sedang memakan buah yang harum dan airnya banyak (wuih,, Uenak banget… ). Bayangin aja seolah2 kamu mang lagi makan itu. ( jadi mau makan yang beneran neh ).
imitasi” jika kita sedang memakan buah yang harum dan airnya banyak (wuih,, Uenak banget… ). Bayangin aja seolah2 kamu mang lagi makan itu. ( jadi mau makan yang beneran neh ).
c. meniru gaya binatang buas yang sedang mengaum menghadapi mangsanya.
Sedikit lebih rumit untuk melatihnya, karena mungkin sulit menutup mulut dan meluaskan rongga dalam mulut.
Dengan latihan
yang tekun pasti dapat meningkatkan resonansi untuk mendapatkan wilayah
bunyi yang lebih luas, walaupun pada saat lagu dinyanyikan lembut atau
keras